SEMARANG, Kamis 1 Oktober 2026 — Setiap tanggal 1 Oktober, duka mendalam kembali melanda dunia sepak bola tanah air. Hari ini diperingati sebagai Hari Duka Sepak Bola Indonesia, mengenang Tragedi Kanjuruhan yang merenggut lebih dari 135 nyawa.
Bersama seluruh rakyat Indonesia, kelompok pendukung Snex Kaliber — Semarang Extreme — turut berduka cita sedalam-dalamnya. Melalui peringatan ini, Snex Kaliber menegaskan tekad: usut tuntas segala peristiwa yang menimpa para korban, serta tegakkan keadilan tanpa pandang bulu.
“Kami tak akan pernah lupa,” demikian janji yang terpatri. Angka 1932 dan 2005 yang melekat pada identitas Snex Kaliber bukan sekadar angka, melainkan semangat solidaritas, kesetiaan, dan kebersamaan yang tak terputus. Semangat ini diwarisi untuk terus mengingat dan memperjuangkan hak-hak para korban serta keluarga yang ditinggalkan.
Duka ini bukan milik satu kelompok, satu kota, atau satu suporter semata. Duka ini milik seluruh bangsa Indonesia. Sepak bola seharusnya menjadi kebahagiaan, bukan memakan korban. Maka, kebenaran dan keadilan harus dihadirkan secara nyata. Tidak ada kata terlambat untuk menegakkan kebenaran.
Snex Kaliber mengajak seluruh elemen masyarakat, suporter, dan pencinta olahraga untuk bersatu: jangan biarkan peristiwa serupa terulang kembali. Pastikan setiap korban dikenang, dan setiap pelanggaran hukum dipertanggungjawabkan.
Kami berdiri bersama keluarga korban, kami berdiri untuk keadilan, dan kami tak akan pernah melupakan.





Tinggalkan Balasan