TANAH LAUT – KALIMANTAN SELATAN, Invstigasikriminal.com, — PT Arutmin Indonesia Site Asam-Asam menjadi sorotan setelah warga mempertanyakan penanganan dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan, khususnya terkait debu batu bara yang diduga berdampak pada perkebunan karet milik warga.

Warga menyebut sumber debu berasal dari aktivitas conveyor atau kompayer pengangkutan batu bara yang lokasinya diperkirakan berjarak sekitar 500 meter dari area perkebunan.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai sejauh mana pengelolaan lingkungan dan pelaksanaan dokumen AMDAL perusahaan telah dijalankan, terutama dalam mencegah dampak aktivitas pertambangan terhadap lahan dan tanaman milik warga.

Warga berharap pihak perusahaan dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai langkah pengendalian debu, pemantauan kualitas lingkungan, serta bentuk penanganan apabila terdapat lahan atau tanaman masyarakat yang terdampak.

Persoalan ini juga dinilai perlu mendapat perhatian dari instansi terkait untuk memastikan apakah kegiatan operasional perusahaan telah berjalan sesuai dengan ketentuan lingkungan yang berlaku.

Meski demikian, dugaan dampak debu tersebut masih perlu diverifikasi melalui pemeriksaan lapangan, data lingkungan, serta keterangan dari pihak-pihak terkait. Tidak ada pihak yang dapat dinyatakan bersalah sebelum terdapat bukti dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan. (Tim/red)

Baca juga  Harumkan Nama Salatiga, Putri Pengacara Kondang Adi Utomo Raih Medali di Grand Final Nasional OMNAS 15 di Kampus UNESA